Fly over , Medan - SUMUT
![]() |
| Gbr : Fly over // MEDAN AMPLAS - SUMUT |
SUMATERA UTARA
Jalan layang Amplas sepanjang 586,9 di Medan Sumatra Utara siap untuk beroperasi penuh sebelun Natal 2009.
"Biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk mengoperasikan jalan ini mencapaI
Sebelumnya Komisi V DPR-RI yang membidangi prasarana umum juga merekomendasikan agar pembangunan jalan layang (fly over) segera beroperasi sebelum akhir tahun 2009.
Sebelum fly over berfungsi, daerah Simpang Amplas merupakan titik kemacetan karena berada di simpang jalan provinsi menuju terminal bis antar propinsi. Bahkan pada lebaran tahun lalu kemacetan di simpang tersebut mencapai Tanjung Morawa. "Dengan difungsikannya fly over Amplas secara penuh, diharapkan dapat mengatasi kemacetan pada saat Natal dan Tahun Baru mendatang," tegas Winarno.
Selain untuk mengatasi dan mengurangi kemacetan yang terjadi di persimpangan Amplas-Medan, fly over ini akan dijadikan pendukung jalan akses non-tol ke arah Bandara Kualanamu.
Pada fly over juga akan dibangun ramp ke arah tol oleh PT Jasa Marga pada 2010. Sementara penataan di bawah fly over akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
Saat ini Departemen Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga juga sedang memperbaiki Jembatan Sei Ular A. Perbaikan jembatan yang terletak di perbatasan Kabupaten Deli Serdang dengan Kabupaten Serdang Bedagai (Km 034 + 140) tersebut akan segera rampung.
Progres perbaikan saat ini dari tiga bentang sepanjang 160 meter, hanya tinggal satu bentang pengecoran lagi.
Jembatan yang merupakan jalur Lintas Timur Sumatera tersebut belum bisa difungsikan pada Hari Natal dan Tahun Baru mendatang.
"Walaupun pengecoran akhir jembatan sudah dilakukan pada 16 Desember. Namun dari usia beton, untuk beton baru difungsikan melayani lalu lintas 28 hari setelah pengecoran sehingga pada hari besar mendatang jembatan tersebut belum bisa difungsikan," jelas Kepala SNVT Preservasi Jalan dan Jembatan Sumatera Utara sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Jembatan Sei Ular, Bambang Pardede.
Rp 124 miliar," kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Medan, Winarno, di Jakarta, Senin (21/12).
Adapun perbaikan jembatan Sei Ular A yang diresmikan pada 1973 tersebut meliputi penambahan luas profil batang untuk menambah kapasitas tegangan, perbaikan chamber dengan portal pada bentang satu, pemasangan shear connector pada cross girder dan stringger, penggantian lantai beton, perkuatan plat, penggantian expansion joint, dan baut jembatan.
Perbaikan ini dilakukan dalam satu tahun anggaran dengan biaya Rp 6,37 miliar.
Komisi V DPR-RI sebelumnya melaksanakan kunjungan ke Sumatera Utara untuk melihat kesiapan daerah ini menyambut Natal dan Tahun Baru.
Peninjauan difokuskan ke beberapa tempat yaitu Bandara Polonia, fly over Amplas, Jalan Akses Non-Tol Bandara Kuala Namu, Jembatan Sei Ular, Bandara Kuala Namu, Pelabuhan Belawan, dan Stasiun Besar Kereta Api Medan.
Anggota Komisi V DPR-RI, Mulyadi menyatakan apresiasinya kepada pengelola Bandara Polonia yang mampu mengelola bandara berkapasitas 900 ribu penumpang per tahun untuk melayani 4,6 juta penumpang per tahun.
Sementara untuk Pelabuhan Belawan, Mulyadi menilai tidak ada masalah dalam menyambut Natal dan Tahun Baru sehingga peningkatan yang lebih signifikan justru pada transportasi udara. "Namun demikian satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah Bandara Polonia secara teoritis sudah tidak layak sehingga diperlukan airport yang baru," kata Mulyadi.
Sumber :
http://mhdsyahriarif.blogspot.com

Komentar